Episode
4~
di
rumah sakit..
“apa
obat yang aku berikan memberikan reaksi..?” tanya Dokter
“ya,
tapi hanya sedikit.. obat itu sangat banyak ..” kata Thunder.
“saya
akan memberikan obat yang lebih, semoga saja. ini dapat membantu menghilangkan
rasa sakit..” kata Dokter.
“ne..”
kata Thunder.
2hari
kemudian, Suzy dan Thunder sudah menjalankan acara Wisuda nya..
saat
makan malam ..
“wae?”
tanya Sandara.
“hah?
wae? aku tidak apaa apa kok!” kata Thunder
“mukamu
pucat..” kata Sandara..
“aku
akan membaik.. aku akan minum obat dulu..” kata Thunder.
saat
akan meminum obat, Thunder tak bisa menahan rasa sakit.. dan pingsan seketika.
#bruukk#
“THUNDER!!”
teriak Sandara.
dirumah
sakit..
“sebelum
nya saya sudah menyuruh Thunder untuk memberitahu keluarga nya.. bahwa kanker
nya sudah sangat parah saat ini menginjak stadium 4” kata Dokter.
“mwoo!
stadium 4!?” teriak Sandara.
“ya..
saya tidak bisa berbuat apa apa lagi selain mengoperasi bagian lambungnya ..”
kata Dokter.
saat
itu Thunder pun siuman..
saat
di mobil ..
“waeyo!
kamu ga pernah cerita tentang kanker mu!?” tanya Sandara.
“aku
takut.. kalian bakal cemas.. aku ga mau kalo Suzy tau semua ini, dia pasti
sedih. aku akan menikahi nya dengan keadaan seperti ini ..” kata Thunder dengan
air mata yang mengalir dimukanya..
“aku
ga akan menceritakan ini semua.. aku akan membuat kan gaun yang cantik untuk Suzy..” kata
Sandara..
saat
akan melihat gaun yang akan dipakai Suzy..
“ini
bagaimana? bagus bukan” kata Sandara.
“tentu
ini sangat bagus.. aku suka.” kata Suzy.
“ya,
nuna . aku akan membelinya..” kata Thunder..
“ah
aniyo.. ini sudah kubuat kan
special dan gratis J” kata Sandara..
“aku
akan memperbaiki nya .. jadi nuna antarkan Suzy pulang ya..” kata Thunder..
malamnya,
Sandara mengantarkan Suzy pulang..
“aku
sempat melihat berkas dikamar Thunder ..” kata Suzy, Sandara pun mulai panik ..
“eonni..”
kata Suzy..
“ne?
wae?” tanya Sandara..
“apa
Thunder terkena kanker lambung?” tanya Suzy, dan mulai mengeluarkan air mata..
“ah
tidak, itu mungkin salah berkas atau tertukar ..” kata Sandara..
“bohong..”
kata Suzy ..
“bwo?”
tanya Sandara ..
“bohongkan
.. akhir akhir ini sikap Thunder aneh.. dia selalu minum obat yang banyak,
muntah-muntah, dan pingsan.. apa dia akan..” kata Suzy tak kuat menahan
tangisannya..
“dia
akan apa?” tanya Sandara yang ikut menangis..
“eonni,
aku akan menikah dengan Thunder 3 hari lagi! aku berhak tau keadaan nya
sekarang..” kata Suzy.
“ne!
kau berhak tau! tapi Thunder akan sangat sedih bila kau akan tau semuanya ,
keadaannya, dan kanker nya!!” teriak Sandara..
“mwo?...
jadi benar? ketchi!?” tanya Suzy kaget..
Sandara
hanya bisa menangis ..
esoknya
.. Thunder di temukan pingsan saat dikasurnya..
di
rumah sakit..
“saya
sangat berat mengatakan ini ..” kata Dokter.
“bagaimana
adik saya dok?” tanya Sandara..
“saya
mengatakan bahwa Thunder hidup nya hanya tinggal beberapa hari lagi..” kata
Dokter.
Sandara
yang kaget langsung menangis..
di
butik gaun nya..
“ku
dengar .. Thunder masuk rumah sakit lagi?!” tanya Suzy.
“tapi
mungkin dia akan baik baik saja..” kata Sandara.
“bagaimana
bisa!? aku mau ingin liat keadaan nya! antar kan aku eonni!” kata Suzy ..
saat
dirumah sakit..
“suzy..
aku ingin engkau memakai gaun dihari pernikahan nanti, lalu kau datang ke sini
untuk menjeput ku..” kata Thunder..
“ne,
oppa..” kata Suzy..
Sandara
menarik Suzy keluar kamar ..
“dokter
mengatakan, bahwa umur nya hanya tinggal 2 hari lagi Suzy..” kata Sandara..
“aku
ga yakin, kalau akhirnya akan seperti ini..” kata Suzy..
2
hari kemudian ..
saat
Suzy sedang di pakaikan gaun..
“eonni..”
kata Suzy..
“ne?”
tanya Sandara.
“apakah
hari ini akan jadi hari yang terakhir bagi Thunder, dan apa ini permintaan
terakhir Thunder?” tanya Suzy..
saat
mobil penganti datang, Suzy dan Sandara pun menuju Rumah Sakit dahulu..
di
ruang Thunder..
“oppa,
aku sudah siap.. aku sudah melakukan permintaan mu..” kata Suzy ..
“jagi,
aku tidak yakiin dapat sampai ke tempat pernikahan nanti.. sebab aku sangat
ngantuk.. aku ingin tidur lagi..” kata Thunder..
“jika
kau ngantuk kau boleh tidur.. bahkan tidur dan istirahat untuk selamanya..”
kata Suzy ..
Sandara,
Suzy hanya bisa menangis pasrah.. Dokter dengan para rekannya menyaksikan detik
detik terakhir Thunder..
“jagi..”
kata Thunder.
“ne
oppa?” tanya Suzy..
“mianhaeyoo.
jeongmall mianhae.. mianhae, jika aku tidak bangun lagi untuk sampai di acara
pernikahan kita nanti..” kata Thunder.
“ne
oppa ..” kata Suzy dan menangis ..
“jagi
.. sa-r-r-rang .. h-h-hae-yo…” dan Thunder pun menghembuskan nafas
terakhirnya.. disaksikan dokter, Sandara, dan Suzy..
“oppaa
!! oppa bangun!! aku sudah memakai gaun ini oppa !!bangun ..” teriak Suzy histeris..
Sandara
pun menenangkan Suzy di luar ruang, sedang kan Dokter membantu Thunder untuk di lepaskan
semua peralatan infus..
saat
pemakaman Thunder..
disaat
semua pengantar udah pulang, hanya ada Suzy dan Sandara..
“oppa
.. bahagia lah disana.. gomawo sudah membahagiakan aku selama ini walau hanya
sesaat ..” kata Suzy ..
-THE END-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar